Renungan
Masjidku Sayang… Masjidku Yang Malang
Berkat doa, pikir, cucuran keringat dan dana yang besar pembangunan selesai. Alhamdulillah, masjid telah berdiri megah dan mewah, layaknya kawasan taman-taman surga yang nan indah dan damai, sejuk segar harum semerbak mewangi. Panitia saling melempar senyum kepuasan tanda terkabulnya impian surga. Lantas masjid diserahterimakan kepada jama’ah atau masyarakat agar dimakmurkan. Bersamaan dengan itu Panitia pembangunan pun bubar. Kini, yang tertinggal hanyalah bangunan megah nan sepi merintih, mengiba-iba memanggil jama’ah. Adzan berkumandang bagaikan memanggil benda-benda mati, kecuali sedikit manusia yang masih hidup hatinya untuk menghadiri tempat mulia itu. Bahkan lebih memilukan lagi, yang dahulu gigih membangun, kini enggan bangun walau lantunan adzan shubuh menyapanya. Jika waktu zuhur tiba selalu terbentur kerja, waktu ashar masih nanggung kerjanya, ketika maghrib belum mandi, ini dan itu dan waktu isya’ terlena dengan keluarga. Sementara para malaikat sedih karena tiada lagi amal saleh yang hendak dicatatnya. Sebaliknya malaikat pencatat keburukan disibukkan dengan berbagai perselisihan dan pertikaian jama’ah yang disebabkan oleh maslah remeh dan sepele. Ada yang tidak lagi ke masjid karena tidak cocok dengan imamnya. Adapula imam yang selalu merasa benar dan tidak aspiratif menyerap dinamika umat, belum lagi segudang permasalahan khilafiyah yang telah ada sejak awal Islam dan tidak akan berhenti sampai kiamat. Lambat laun bangunan tersebut makin terasing dan terdesak berbagai kemalasan, kebodohan dan kemaksiatan. Sungguh tiadanya gairah memakmurkan masjid menjadi faktor utama keterpurukan kita dewasa ini. Dan hal ini mengakibatkan kerugian besar bagi kita semua yang menyebabkan Tuhan, Ppemilik rumah-rumah tersebut, menutup keberkahan dari langit maupun dari bumi. Bukankah Dia telah berfirman dalam hadits qudsi, “sesungguhnya rumah-rumah-Ku di muka bumi adalah masjid-masjid, dan pengunjungnya adalah orang-orang yang memakmurkannya” (HR. Abu Nu’aim) |
- Kementerian Agama RI
- Ditjen Bimas Islam
- Ditjen PHU
- KUA Imogiri
- KUA Arahan
- KUA Karang Anyar
- KUA Pemangkat
- KUA Denpasar Timur
- KUA Kei Besar
- KUA Terentang Pontianak
- KUA Purwanegara
- KUA Purbalingga
- KUA Wanasari Brebes
- KUA Poncokusumo Malang
- Kanmenag Musi Banyasin
- KUA Sokaraja Banyumas
- KUA Japah Blora
- KUA Sinjai Utara
- KUA Rasau Jaya, Kalbar



Dengan penuh semangat, masjid segera dibangun. Masyarakat pun saling bergotong royong, cancut tali wanda, saling membantu dan berkorban ulurkan tangan harta sedekah, infaq dan wakaf demi berdirinya bangunan rumah suci Allah SWT. Panitia pembangunan pun pergi kesana kemari mencari dukungan dengan menawarkan proposal akhirat. 